Kobennews.id- Pergelaran Tangerang 10K tahun ini disambut antusias oleh peserta. Salah satunya Jahadi peraih Juara 3 kategori The Frontliner pada ajang Tangerang 10K tahun 2025 lalu.
Pemuda asal Kabupaten Lebak ini menjalani persiapan khusus demi merealisasikan target utamanya, yaitu memecahkan rekor waktu pribadi di nomor 10 kilometer.
Berbeda dari tahun sebelumnya, langkah berani diambil Jahadi dengan tidak lagi bertarung di kategori Frontliner, melainkan resmi bersaing di Kategori Nasional.
“Saya menyambut even Tangerang 10K, Tahun ini meningkat mengikuti kategori nasional,” ujarnya.
Jahadi bertekad ingin mengulang kesuksesan berdiri di podium dengan kelas yang lebih tinggi yaitu kategori nasional.
“Tahun lalu saya sangat senang sekali berhasil meraih juara 3 kategori frontliner, saya mewakili komunitas Lebak Runners, harapannya tahun ini bisa tercapai kembali di podium,” ujarnya.
Jahadi memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas penyelenggaraan Tangerang 10K. Menurutnya, rute lintasan yang disajikan sangat mendukung para pelari untuk mengukir waktu terbaik.
”Menurut saya rutenya yang flat dan steril, sehingga sangat besar sekali potensi untuk mencetak personal best. Ketika saya berlari di Tangerang 10K, warga sekitar di jalur rute sangat antusias menonton dan bersorak menyemangati para peserta,” ungkapnya.
//Olahraga Lari Tren Gaya Hidup Sehat
Awal perjalanan Jahadi di dunia lari terbilang unik dan penuh tekad. Ia mulai menekuni olahraga lari pada September 2022 dengan tujuan awal yang sederhana, yakni menurunkan berat badan. Saat itu, berat badannya mencapai 86 kg. Berkat konsistensi dan latihan intensif selama satu tahun, ia berhasil menurunkan berat badannya secara signifikan menjadi 67 kg.
Perkembangan fisiknya yang pesat membawanya memberanikan diri mengikuti perlombaan pertamanya di Kota Tangerang pada kategori 5K. Tak disangka, ia langsung mencatatkan rekor pribadi (personal best) yang memukau dengan catatan waktu 18 menit.
”Motivasi awal saya berolahraga lari sebenarnya hanya ingin mencapai berat badan ideal. Namun, setelah tiga tahun konsisten berlari, kemampuan saya terus berkembang hingga mampu berlari dengan kecepatan rata-rata Pace 3,” ujar Jahadi.
Ia menyampaikan olahraga lari saat ini telah menjadi gaya hidup sehat masyarakat Indonesia. Olahraga lari menciptakan kebugaran fisik, imunitas tubuh dan kesehatan mental.(Adit)
