Kobennews.id — Pemerintah Kota Tangerang mengambil langkah krusial dalam memperkuat pilar smart city berbasis data dengan meluncurkan program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik). Program hasil kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) ini melibatkan seluruh kelurahan di Kota Tangerang guna menciptakan sistem pengambilan keputusan yang presisi sejak dari level administrasi terkecil.
Pencanangan yang mencakup 104 kelurahan ini menandai pergeseran paradigma pembangunan, dari sekadar pemenuhan infrastruktur digital menuju penguatan literasi dan budaya data di tingkat akar rumput.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa efektivitas pelayanan publik sangat bergantung pada akurasi data. Menurutnya, pembangunan yang tepat sasaran tidak boleh hanya berdasarkan asumsi, melainkan harus berpijak pada angka-angka yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Data bukan sekadar angka, melainkan dasar dalam merumuskan kebijakan dan menentukan arah pembangunan. Pembangunan yang baik harus berlandaskan data yang baik pula, dan itu harus dimulai dari level paling dasar, yaitu kelurahan,” ujar Sachrudin dalam pidatonya, Selasa 5 Mei 2026.
Ia mengakui bahwa tantangan utama saat ini bukanlah kelangkaan data, melainkan optimalisasi pengelolaan dan literasi data yang masih perlu ditingkatkan. Melalui program Kelurahan Cantik, Pemkot Tangerang berupaya mengintegrasikan seluruh informasi ke dalam semangat Satu Data Indonesia. Fajrin
Menggali Potensi dari Wilayah Kecil
Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI Ateng Hartono menekankan pentingnya standarisasi data dari tingkat wilayah terkecil.
Ia mengapresiasi langkah progresif Kota Tangerang yang mengonversi program nasional “Desa Cantik” ke dalam konteks urban menjadi “Kelurahan Cantik”.
“Jika data dibangun dari kelurahan dan dihimpun menjadi satu data kota, maka akan tercipta potret wilayah yang sangat akurat. Ini memudahkan kontrol dan pengawasan,” jelas Ateng.
Ateng juga mendorong agar momentum ini tidak berhenti pada seremoni belaka. Ia menyarankan agar setiap kelurahan mulai memiliki dashboard data tunggal yang mampu memetakan potensi serta masalah di wilayahnya secara real-time.
“Pilah data mana yang memungkinkan untuk dikompilasi sejak dari kelurahan, sehingga menjadi produk unggulan statistik yang menggambarkan kondisi riil Kota Tangerang,” tambahnya.
Di sisi teknis, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menjelaskan bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan bertindak sebagai wali data statistik sektoral. Peran ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat aparat kelurahan.
“Kami berkomitmen meningkatkan literasi statistik di 104 kelurahan. Harapannya, para aparatur tidak hanya mampu mengumpulkan data, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menerjemahkannya menjadi dasar perencanaan, monitoring, hingga evaluasi pembangunan,” kata Herman. Fajrin
