Waspadai Phishing Berkedok Reset Password

Dunia digital terus diwarnai berbagai upaya penyalahgunaan data. Belakangan, pelaku kejahatan siber kian lihai memanfaatkan teknik rekayasa sosial (social engineering), termasuk melalui modus pembaruan verifikasi palsu yang menyasar pengguna Instagram di Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhani, mengungkapkan bahwa pelaku umumnya memainkan sisi psikologis korban, seperti rasa panik atau keinginan mendapatkan status verifikasi. Modus yang digunakan biasanya berupa pengiriman notifikasi melalui email atau pesan langsung (DM) yang dibuat menyerupai komunikasi resmi dari Instagram.

“Pelaku kerap menggunakan alasan reset kata sandi demi keamanan akun. Korban kemudian diarahkan ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri data login secara langsung. Ketika data dimasukkan, akun bisa langsung diambil alih,” jelas Mugiya.

Ia menegaskan, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman tersebut. Untuk itu, masyarakat diminta menerapkan sejumlah langkah pencegahan.

Pertama, selalu memastikan keaslian pengirim dengan memeriksa alamat email secara teliti. Instagram resmi hanya menggunakan domain yang terverifikasi. Kedua, aktifkan fitur keamanan berlapis seperti Two-Factor Authentication (2FA) agar akun tetap terlindungi meski kata sandi diketahui pihak lain.

Selain itu, Mugiya juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan perangkat dengan menggunakan browser versi terbaru serta rutin melakukan pemindaian malware. Literasi digital juga perlu ditingkatkan, khususnya dalam mengenali modus phishing dan membiasakan diri memeriksa tautan sebelum diklik.

“Jangan mudah memberikan data pribadi, terutama pada situs yang tidak memiliki sertifikat keamanan atau reputasinya meragukan. Perlindungan data dimulai dari kesadaran pengguna itu sendiri,” pungkasnya.  Fajrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top