Kobennews.id- Youmau Coffee UMKM Kota Tangerang di bawah naungan PT Sevel Big Miracle, pengolah kopi binturong menjadi salah satu dari dua pelaku usaha Indonesia yang menerapkan 2D barcode berbasis GS1 digital link.
Barcode ini memuat informasi lengkap tentang proses produksi, asal usul bahan, hingga sertifikasi keberlanjutan.
Pemilik Youmau Coffe Seva menuturkan, awal ketika mendapatkan fasilitas barcode GS1 dari Dinas Perindagkop UKM Kota Tangerang. Kumoro, Manager Operasional GS1 menawarkan dan memberikan kesempatan kepada Youmau Coffee untuk turut serta dalam Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Project.
APEC Project menekankan pentingnya pertukaran data digital secara real time untuk meningkatkan keterlacakan dan kredensial keberlanjutan dalam rantai pasok produk.
“Proyek ini tidak hanya menciptakan ekosistem digital yang lebih transparan dan terpercaya, tetapi juga menjadi fondasi awal UMKM masuk ke dalam rantai pasok global melalui penerapan GS1 link,” ujarnya.
Tiga negara ditunjuk sebagai peserta utama dalam proyek APEC ini yaitu Peru, Tiongkok dan Indonesia. “Indonesia menetapkan kopi dan aren sebagai fokus utama dua UMKM terpilih, Youmau Coffee dan Arenga Gula Aren,” ujarnya.
Barcode berbasis GS1 digital link, konsumen dapat mengakses informasi lengkap sebuah produk hanya dengan memindai QR Code yang tertera di produk.
“Konsumen bisa langsung melihat asal bahan baku, proses produksi, sertifikasi keberlanjutan, tanggal kedaluwarsa, nilai gizi, hingga kontak konsumen,” ujarnya.
Melalui GS1 digital link, Seva memiliki misi memperkenalkan kopi Indonesia ke dunia.
“Indonesia bukan hanya pengekspor kopi, tetapi kami Youmau Coffee membawa cerita, keberlanjutan dan kemitraan petani ke panggung global. Sistem keterlacakan agar kopi Indonesia mudah dilacak asal-usulnya, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar ekspor,” ujarnya.(Adit)
