Kobennews.id- Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kini mewujud dalam kiprah perempuan-perempuan di kursi legislatif. Salah satunya adalah Yeni Kusumaningrum, sosok yang kini mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Kota Tangerang periode 2024-2029. Melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yeni membuktikan bahwa politik adalah jalan pengabdian untuk menyentuh langsung persoalan masyarakat.
Perjalanan Panjang dan Konsistensi
Keterpilihan Yeni di periode 2024-2029 bukanlah hasil instan. Ia merupakan sosok yang memiliki daya tahan tinggi dalam berpolitik. Tercatat, Yeni telah mendapatkan amanah pencalegan dari PKS secara berturut-turut sejak tahun 2014, 2019, hingga akhirnya resmi melenggang di tahun 2024.
Bagi Yeni, terjun ke dunia politik didasari oleh motivasi untuk menebar kebaikan seluas mungkin. Ia menegaskan bahwa di partainya, pengabdian tidak harus menunggu kursi jabatan.
“Di PKS, melakukan kebaikan melalui program partai dilakukan terus menerus sepanjang tahun oleh seluruh kader tanpa harus menjadi anggota legislatif (aleg). Namun, saat menjadi aleg, kesempatannya tentu lebih luas, terutama dalam mengadvokasi isu keluarga dan perempuan,” ujar Yeni.
Sebagai legislator perempuan, Yeni memiliki visi besar mengenai Ketahanan Keluarga. Ia meyakini bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, dari keluarga yang baik akan lahir generasi yang tangguh, sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Visi ini dirasa sangat selaras dengan jargon Kota Tangerang sebagai Kota Akhlakul Karimah. Dengan menjadi bagian dari parlemen, ia berkomitmen untuk memastikan kebijakan-kebijakan daerah mendukung pemberdayaan perempuan tanpa melupakan kodratnya.
Menanggapi realitas keterwakilan perempuan di parlemen yang hingga kini belum mencapai angka 30%, Yeni menaruh harapan besar masifnya edukasi keterwakilan perempuan ke masyarakat. Ia berharap aturan 30% tidak hanya menjadi syarat administratif saat pencalegan saja, tetapi juga terwujud dalam komposisi kursi di parlemen.
“Potensi perempuan dalam hal kinerja dan pelayanan masyarakat mampu menyamai pencapaian laki-laki. Penting bagi perempuan untuk hadir di parlemen, bukan hanya untuk isu perempuan saja, tapi untuk berpartisipasi aktif dalam seluruh aspek pembangunan,” tegasnya.
Pesan untuk Perempuan di Era Digital
Menghadapi tantangan era digital, Yeni menitipkan pesan penting bagi kaum perempuan di Kota Tangerang agar lebih bijak dalam bersosial media. Ia mempopulerkan prinsip “Saring sebelum Sharing”.
“Saring yaitu memilah dan memilih apakah informasi yang didapat bermanfaat atau tidak. Kedua Sharing yaitu hanya menyebarkan informasi yang sudah terverifikasi kebenarannya,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong perempuan untuk jeli melihat peluang ekonomi di dunia digital. Menurutnya, platform digital harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan ekonomi keluarga, sehingga perempuan bisa berdaya secara finansial dari rumah.
Melalui kiprahnya, Yeni Kusumaningrum menunjukkan bahwa Kartini masa kini adalah mereka yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungannya, menjaga keutuhan keluarga, dan tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.(Adit)
