Keramba 22 Perluas Manfaat Budidaya Ikan bagi Gizi dan Perekonomian Warga

Keramba 22 terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan melalui budidaya ikan air tawar yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Berawal dari inisiatif warga pada 2019 sebagai respons terhadap ancaman krisis pangan saat pandemi Covid-19, kini Keramba 22 telah berkembang menjadi sentra budidaya dengan lebih dari 60 unit keramba yang dikelola sekitar 30 petani.

Komoditas utama yang dibudidayakan adalah ikan patin, selain gurame dan lele. Ikan patin dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang stabil sekaligus menjadi sumber protein hewani yang mudah diolah menjadi berbagai produk pangan. Melalui budidaya tersebut, Keramba 22 tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga berkontribusi dalam pemenuhan gizi masyarakat dan upaya pencegahan stunting.

Ketua Keramba 22, Mohammad Afendhi, mengatakan ketahanan pangan menjadi isu yang semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Menurutnya, keberadaan Keramba 22 merupakan wujud kemandirian warga dalam memenuhi kebutuhan pangan tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak luar.

“Ketahanan pangan itu sangat penting di masa sekarang. Pekerjaan bisa diganti dengan mesin, tapi makanan tidak bisa digantikan,” ujarnya.

Selain menghasilkan ikan segar, Keramba 22 juga mengembangkan produk olahan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil budidaya. Salah satunya adalah keripik kulit patin yang telah dipasarkan di Kota Tangerang. Produk tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendorong keterlibatan lebih banyak masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan.

Afendhi menjelaskan, hasil panen ikan patin dilakukan secara rutin setiap tiga hari sekali. Setelah dipasarkan, hasil penjualan dibagikan kepada anggota petani. Apabila hasil panen melimpah, sebagian ikan juga dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Tidak hanya berfokus pada sektor produksi, Keramba 22 juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat melalui program wisata edukasi. Program ini mengenalkan proses budidaya ikan, pengolahan hasil perikanan, hingga pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein, omega-3, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan serta mencegah stunting.

Ke depan, Keramba 22 berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam pengembangan budidaya perikanan sehingga upaya memperkuat ketahanan pangan dapat terus berlanjut sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top