Kiprah Dinas Kesehatan Kota Tangerang Mendampingi Penyintas Banjir dan Longsor Sumatra

Kobennews.id– Tim kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang yang bertugas di Kampung Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang, Kec. Bayang Utara, Kab. Pesisir Selatan, Prov. Sumatra Barat mencatat, sebanyak 61 warga penyintas bencana yang mendapatkan layanan pengobatan mengalami beragam gangguan kesehatan, dengan tiga penyakit terbanyak muncul secara berurutan.

Koordinator Tim Kesehatan Dinkes Kota Tangerang, dr. Andika Billy Setiadi, menjelaskan bahwa keluhan paling dominan adalah dyspepsia atau gangguan asam lambung. Penyakit ini ditandai dengan nyeri di ulu hati, mual, hingga perut kembung, yang banyak dialami warga di tengah perubahan pola makan pascabencana.

“Selain itu, kami juga menemukan banyak kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), dengan gejala batuk, pilek, demam, dan nyeri tenggorokan,” ujar Andika melalui pesan singkat, Senin, 29 Desember 2025.

Keluhan lain yang tak kalah banyak dialami penyintas adalah low back pain dan myalgia, yakni nyeri pada pinggang, otot, dan persendian. Kondisi ini dinilai berkaitan erat dengan aktivitas fisik berat selama evakuasi, membersihkan rumah, serta kelelahan berkepanjangan.

Menurut Andika, pola gangguan kesehatan tersebut sesuai dengan prediksi medis pada situasi bencana banjir dan longsor. Faktor cuaca yang tidak menentu, paparan debu tanah pascalongsor, hingga kondisi stres fisik dan mental menjadi pemicu utama menurunnya daya tahan tubuh warga.

Meski demikian, Dinkes Kota Tangerang memastikan tidak ditemukan kasus kegawatdaruratan medis selama pelayanan berlangsung. Tim sempat melakukan kunjungan rumah pada malam hari setelah menerima laporan adanya warga yang mengalami sesak napas. Namun, setelah pemeriksaan, sesak tersebut diketahui dipicu naiknya asam lambung, bukan gangguan pernapasan akut yang memerlukan rujukan segera.

“Kondisi pasien membaik setelah dilakukan penanganan medis dan pemberian obat,” kata Andika.

Dalam proses layanan, tim kesehatan menemukan satu kasus warga dengan dugaan tumor di perut yang memerlukan pemeriksaan lanjutan. Meski tidak dalam kondisi gawat darurat, pasien tersebut langsung dikoordinasikan untuk dirujuk melalui Puskesmas Asam Kumbang ke fasilitas kesehatan rujukan.

Dari sisi logistik medis, Andika memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan sangat mencukupi. Selain dukungan dari relawan medis seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Universitas Andalas, Dinkes Kota Tangerang juga membawa berbagai kebutuhan medis, mulai dari obat oral, suntikan, infus, hingga tabung oksigen.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Tangerang mengimbau warga untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga asupan gizi seimbang, beristirahat cukup, tetap aktif bergerak, serta mengelola stres. Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari asap rokok dan perilaku tidak sehat lainnya demi menjaga imunitas tubuh.

Lebih dari sekadar fisik, Andika menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental penyintas. Menurutnya, pendekatan rehabilitatif seperti konseling ringan dan obrolan hangat sangat dibutuhkan untuk mencegah stres akut, depresi, hingga gangguan psikologis pascabencana.

“Kesehatan adalah modal utama agar warga bisa kembali bangkit, bekerja, dan membangun desanya. Upaya preventif dan promotif harus terus dilakukan, meskipun berada di tengah situasi bencana,” ujar Andika. Fajrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top