Kobennews.id- Pemerintah Kota Tangerang melakukan langkah strategis untuk memperkuat aksesibilitas dan mengatasi kemacetan di wilayahnya. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) serta kesepakatan modifikasi Simpang Susun Kunciran dengan tiga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD 2005-2025) adalah menjadikan Tangerang sebagai kota bisnis yang berkelanjutan dengan karakter aerotropolis. Mengingat posisi strategisnya sebagai gerbang utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penguatan aksesibilitas menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
”Struktur ekonomi kita didominasi oleh sektor transportasi, pergudangan, serta perdagangan dan jasa. Kolaborasi ini adalah terobosan untuk membuka akses baru dan meningkatkan konektivitas wilayah,” ujar Sachrudin pada Senin (2/3/2026).
Kerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia akan difokuskan pada pemanfaatan lahan untuk mendukung aksesibilitas di tiga titik krusial yaitu
Kawasan Frontage Utama Tol Sedyatmo.
Kawasan Jalan Kali Perancis dan Kawasan Jalan Surya Darma.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap percepatan pembukaan akses, peningkatan investasi, serta penguatan daya saing Kota Tangerang dapat terwujud secara optimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Pemkot Tangerang melakukan penandatanganan kesepakatan bersama modifikasi Simpang Susun Kunciran antara Pemerintah Kota Tangerang dengan tiga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yaitu, PT Jasa Marga Metropolitan, PT Jasa Marga Kunciran Cengkareng (JKC), dan PT Marga Trans Nusantara.
Simpang Susun Kunciran merupakan simpul transportasi yang sangat strategis dalam menghubungkan berbagai wilayah penting di Kota Tangerang dan sekitarnya, termasuk akses menuju bandara dan kawasan ekonomi. Dengan meningkatnya volume kendaraan, diperlukan langkah konkret berupa modifikasi dan penataan ulang agar fungsi simpang susun ini semakin optimal, aman, dan lancar.
“Insyaallah, melalui modifikasi Simpang Susun Kunciran, arus lalu lintas dapat terurai dengan lebih baik, tingkat kemacetan dapat ditekan, konektivitas wilayah dapat lebih meningkat, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih produktif,” ujarnya.(Adit)
