Berawal dari Hobi, Tas Handmade Yeni Syafrita Tembus Pasar Global

Kobennews.id — Keputusan besar sering kali menjadi titik balik kehidupan. Bagi Yeni Safrita, keputusan itu adalah mundur dari pekerjaannya di bank swasta dan kembali pada hobi lamanya: membuat tas. Siapa sangka, langkah yang diambil pada 2017 itu justru melahirkan Yesya Frita Indonesia, brand tas dan suvenir handmade yang kini menembus pasar nasional hingga mancanegara.

“Saya lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat, sempat bekerja beberapa kali di bank swasta, kemudian resign. Setelah resign itu, akhirnya saya memilih hobi untuk membuat tas,” ujar Yeni.

Ia mengakui, awalnya semua hanya coba-coba. Namun ketika pesanan mulai datang dan karyanya dihargai, ia melihat peluang lebih besar.

“Ketika hobi kita dibayar dan ternyata menghasilkan sesuatu, akhirnya saya memutuskan menjadikannya sebagai usaha di 2017,” katanya.

Di tahun pertama, Yesya Frita Indonesia dijalankan secara perorangan dengan sistem pre-order sederhana. Pesanan datang satu per satu dari pelanggan yang mengenal produknya melalui media sosial.

Seiring waktu, segmen pasar mulai berkembang. Dari suvenir personal, merambah ke suvenir pernikahan dan suvenir haji. Kini, pangsa pasarnya bergeser ke B2B (business to business), melayani instansi pemerintah dan korporasi.

“Sekarang kebanyakan customer-nya B2B untuk government atau korporat. Biasanya untuk suvenir berupa tote bag, laptop sleeve, dan pouch,” jelasnya.

Ragam Produk dan Harga Fleksibel

Semua produk dikerjakan dari rumah yang berlokasi di Jalan Raden Saleh Nomor 49, Karang Tengah, Kota Tangerang. Di tempat itulah bisnis ini bertumbuh, dari dikerjakan sendiri hingga memiliki tim produksi.

“Kita awal produksi memang dari rumah, kemudian besar di rumah. Dengan tadinya sendiri, kemudian berkembang mempunyai karyawan tetap dan karyawan lepas. Kalau sedang ada proyek besar, kita turunkan karyawan lepas,” ungkap Yeni.

Model bisnis rumahan ini justru menjadi kekuatan tersendiri: fleksibel, efisien, dan tetap menjaga kualitas handmade.

Yesya Frita Indonesia memproduksi berbagai item seperti tote bag, pouch, backpack anak dan dewasa, frame bag, tumbler dan cover-nya, topi, pouch boxy, scrunchie, hingga bros.

Harga yang ditawarkan pun sangat variatif karena berbasis custom dan pre-order.

“Kalau scrunchie bisa mulai Rp10.000. Tapi tergantung bahan dan model yang diinginkan customer,” ujarnya.

Untuk produk berbahan kulit asli dengan teknik ecoprint, harga bisa mencapai Rp650.000 hingga Rp950.000 per unit.

“Itu biasanya pakai kulit sapi atau kulit domba,” tambahnya.  Fajrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top